Tersihir Oleh Cantiknya Summerbird Bed and Brasserie

Saat traveling, hotel bukanlah di antara hal yang kujadikan prioritas. Aku dapat tidur dengan lelap di sekian banyak tipe penginapan. Toh masa-masa yang kuhabiskan di hotel melulu sedikit sebab aku lebih memilih mendatangi tempat-tempat unik di wilayah yang aku kunjungi. Yang terpenting, tempatnya dekat dengan tempat-tempat yang bakal aku kunjungi itu. Karenanya, budget guna penginapan seringkali kusettinglumayan rendah.

 

Saat merencanakan guna berwisata ke Kawasan Lembang, penginapan juga aku rencanakan guna berada di distrik Lembang. Ayu kutugasi untuk menggali penginapan melalui software pencari hotel. Setelah menggali cukup tidak sedikit kandidat, kesudahannya kami putuskan guna menginap di di antara hotel yang sedang di Kawasan Lembang, yang tempatnya tak jauh dari salah satu tujuan yang bakal kami datangi.

 

Entah sihir apa yang menghinggapi Ayu sehingga menciptakan dia pulang hunting penginapan. Dan tiba-tiba “sayang, ini hotelnya lucu banget, anda di sini aja deh nginapnya, batalin di hotel yang tadi”, seraya liatin gambar-gambar hotel summerbird. Dan entah mengapa aku juga langsung tersihir, tanpa mengerjakan crosscheck tempat hotel ini, aku langsung mengiyakan guna menginap di summerbird aja. Tarifnya lebih tinggi dari hotel sebelumnya dan melebihi budget yang sudah kami tetapkan, namun masalah harga kami abaikan ketika itu..

 

Hari demi hari berlalu, hingga tiba hari dimana perjalananku ke Lembang dimulai. Saat tersebut kami sedang menantikan kedatangan kereta Argo Parahyangan yang akan membawa kami ke Bandung dari Stasiun Bekasi. Kubuka google maps untuk menggali tahu seberapa jauh hotel summerbird dari lokasi-lokasi wisata yang bakal kami datangi di Lembang. Di google maps, terpampang bahwa hotel ini berjarak 700 m dari stasiun kereta api Bandung.. Whaat??? Ini hotel teh tempatnya di Kota Bandungnya??? Bukan di Lembangnya?? Seketika linglung dan ketawa meratapi ketidaktahuan ini. Ahaha.. Yaah, nasi udah menjadi bubur. Akhirnya pasrah aja menerima fakta bahwa aku mesti mengawali perjalanan ke Lembang keesokan harinya dari Kota Bandung. Nasiiib,, nasib..

 

Lobby Hotel

 

Dikutip https://betwin188.online/ Setelah menyusuri jalan sejauh 700 m laksana yang kuceritakan ditulisan sebelumnya, kesudahannya kami hingga di Summerbird Bed and Brasserie.. Bangunannya kecil dan sedang di lahan kecil, yang bertempat di Jalan Kesatriaan Nomor 11, Arjuna, Cicendo, Kota Bandung.

 

Masuk ke lobinya, kami disambut 2 burung kecil tercipta dari kayu yang saling berhadapan, dengan background artikel Summerbird. “Ah, jangan-jangan 2 burung ini nih yang terbang kemana-mana menebar sihir buat semua wisatawan yang bakal mampir ke Bandung”, gumamku.. Di samping 2 burung kecil itu, tentu pun ada receptionist yang menerima kami. Kamimengindikasikan bukti pemesanan melalui software pencari kamar hotel favorit. Proses check in sudah selesai, namun kami mesti menantikan sampai dengan pukul 14.00 sebab kamar masih disiapkan. Tak apalah, ini jam santap siang, kami titipkan tas dan segera berlangsung kaki mengarah ke sebuah rumah santap tak jauh dari hotel, selama 100 meter. Lokasinya yang lumayan dengan stasiun menciptakan hotel ini dekat dengan sekian banyak  tempat santap dan minimarket.

Pukul 14.00 kami pulang ke hotel dan ternyata kamar masih belum siap juga, welcome drink di lobi pun tak tersedia. 2 urusan tersebut yang menjadi nilai minus dari hotel cantik ini. Untungnya masing-masing sudut hotel ini diciptakan sangat artistik, sampai-sampai sembari menunggu, aku dan Ayu hunting foto-foto.

 

Kamar

 

Hampir separuh 3 sore, kesudahannya aku dan Ayu dapat menuju kamar yangsudah mereka persiapkan. Kesan kesatuku menyaksikan kamarnya ialah “wah cakep bener, artistik, instagrammable”, hihi.. Kamarnya tidakterlampau luas, namun nuansa seni tampak kuat di sekian banyak  sudutnya. Setiap sisi tembok mempunyai nuansa berbeda. Tembok di sekitar sandaran lokasi tidur berupa pasangan batu bata tanpa plesteran yang dicat putih dengan sejumlah gores lukisan. Oya, masing-masing kamar mempunyai corak lukisan yang bertolak belakang lho. Bagian jendela diblokir dengan penutup yang tercipta dari kayu. Di sisi depan lokasi tidur, berupa pasangan batu bata seperti di sekitar sandaran lokasi tidur , namun tanpa adanya lukisan. Dan pemisah antara lokasi tidur dengan toilet berupa sekat kaca yang dapat ditutup dari dalam kamar mandi. Unik bukan???

 

Kuletakkan backpack kesayanganku di suatu tatakan yang di atasnya terdapat suatu cermin ramping yang memanjang vertikal. Kubuka jaket yang kukenakan dan kugantungkan di spot menggantung pakaian yang terletak di pojok kamar, yang sayangnya melulu ada 2 hanger disana. Kunyalakan televisi yang tergantung di sebelah hanging area, tidak sedikit juga channelnya. 2 buah cangkir, 2 buah air mineral, pemanas air, sejumlah kopi sachet, gula, dan teh tergeletak apik di atas meja. Kuambil air mineral untuk mengairi kerongkongan yang mulai terserang dahaga.

 

Yang kusuka, colokan listrik di kamar paling banyak. Urusan memenuhi daya untuk sejumlah perangkat dalam 1 masa-masa tak jadi masalah. Yang ku tak suka, meja kerja di bawah televisi barangkali akan lebih unik bila tercipta dari bahan kayu, bukan gabungan semen. Begitu pun dengan kursi sederhananya, bakal lebih baik bila diganti dengan kursi kayu dengan sandaran.

 

Send a Comment

Your email address will not be published.